
Batanghari - Minggu (17/12) siswa-siswi MTsN 2 Batanghari kembali menampilkan kesenian daerah pada pesta pernikahan warga di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian. Kesenian daerah yang ditampilkan adalah Kompangan dan tari Tabur Beras Kunyit yang merupakan kesenian khas dari provinsi Jambi.
Kompangan adalah seni pertunjukan untuk sebutan beberapa orang yang memainkan alat musik rebana. Lagu-lagu yang dilantunkan adalah syair-syair Islami. Selain untuk menyambut tamu kehormatan, Kompangan juga sering ditampilkan untuk mengarak dan menyambut iringan pengantin laki-laki. Adapun tarian Tabur Beras Kunyit konon sudah dilestarikan sejak masa Kesultanan Jambi sekitar abad ke-19.
Menurut pelatih tari, Ayoe Prihartini, tarian ini dibawakan untuk menghormati tamu. Gerak, busana, dan iringan musik pada tarian ini mencerminkan masyarakat Kabupaten Batanghari yang memiliki makna sosial sopan santun, ramah tamah, dan mendoakan kebaikan kepada tamu yang datang berkunjung.
Para siswa yang tergabung dalam grup Kompangan di bawah pimpinan Ibu Rohani, S.Pd.I. mengantarkan mempelai pria menuju ke rumah mempelai wanita dengan berjalan kaki sambil melantunkan syair-syair yang indah. Saat tiba di depan rumah mempelai wanita, rombongan pun disambut dengan tarian Tabur Beras Kunyit oleh para siswi MTsN 2 Batanghari.
"Kesenian daerah yang ditampilkan oleh siswa-siswi tersebut merupakan implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mereka pelajari di madrasah," ujar Zulfiqri yang menjadi pendamping para siswa.
P5 adalah projek lintas disiplin ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan†sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dan menampilkan berbagai tema dan isu penting mengenai beragam hal dalam sebuah projek. Salah satu tema utama yang diangkat pada projek penguangatan profil pelajar Pancasila yakni budaya dan kearifan lokal.
Melestarikan budaya dan kearifan lokal seperti seni Kompangan dan tari Tabur Beras Kunyit melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dimaknai sebagai suatu upaya menumbuhkan kebanggaan dan penghargaan terhadap produk budaya bangsa, kemauan mengadopsi filosofi-filosofi positif budaya menjadi dasar dalam berpikir, bertindak dan membuat sebuah keputusan, serta mampu menciptakan suatu produk budaya yang bernilai tinggi bahkan memiliki nilai jual. (UP)
|
591x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...