
Batanghari (MTsN 2 Batanghari) - Sabtu (07/09) MTsN 2 Batanghari mengimplementasikan salah satu program teranyarnya di bidang literasi. Program yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang membaca, menulis, berbicara, dan mengolah informasi ini diberi nama Gelisik (Gerakan Literasi Asyik). Program tersebut penting diterapkan di madrasah karena dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

Program literasi yang dilaksanakan tiap akhir pekan pada minggu pertama dan ke-3 ini diikuti oleh seluruh siswa MTsN 2 Batanghari. Dalam proses pelaksanaannya tiap kelas dibagi ke dalam 2 kelompok dan dibimbing oleh 2 orang guru. Tiap pertemuan, para siswa diwajibkan membawa buku laporan literasi dan sebuah buku bacaan pilihannya (fiksi atau nonfiksi). Buku bacaan tersebut dapat diperoleh dari perpustakaan madrasah maupun koleksi pribadi siswa. Adapun ragam literasi yang dilaksanakan adalah membaca, menulis pokok isi bacaan, dan mempresentasikannya. Tak hanya di kelas, program ini dapat dilaksanakan di beberapa spot menarik yang terdapat di sekitar lingkungan madrasah. Kebebasan dalam memilih lokasi program ini diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi siswa dan guru pembimbing. Dalam program Gelisik ini, guru pembimbing dapat memantau perkembangan literasi para siswa melalui buku laporan literasi yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
Kepala MTsN 2 Batanghari Fatmawati, S.Ag. M.Pd. mengaku optimis akan keberhasilan program tersebut.

"Meskipun program ini baru pertama kali dilaksanakan, kita harus tetap optimis akan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kelak, kemampuan mereka akan diuji salah satunya pada saat menjawab soal-soal AKMI dan Asesmen Nasional. Semoga upaya penerapan program Gelisik ini membuahkan hasil maksimal", ujarnya berharap.
Lebih lanjut Fatmawati menyampaikan bahwa program literasi di MTsN 2 Batanghari telah dicanangkan sejak lama. Sejak beberapa tahun sebelumnya, tiap kelas telah dilengkapi dengan pojok baca. Selain itu, papan mading (majalah dinding) juga telah tersedia meskipun jumlahnya masih terbatas. Pada beberapa bulan terakhir, jumlah buku-buku bacaan di perpustakaan madrasah pun mulai bertambah seiring banyaknya sumbangan buku dari berbagai pihak, termasuk civitas madrasah.
"Perlahan, kita akan benahi satu-persatu permasalahan krusial yang selama ini menghambat jalannya program literasi. Selain itu, kita juga akan terus mengevaluasi proses pelaksanaannya sehingga program tersebut dapat berjalan lancar dan bermanfaat sebagaimana yang kita harapkan", pungkasnya kemudian. (UP)
|
620x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...