
Batanghari (Humas MTsN 2 Batanghari) - Grup Kompangan dan Grup Tari Al Ittihad MTsN 2 Batanghari kembali tampil memeriahkan acara resepsi pernikahan pada Sabtu (28/09/2024). Namun pertunjukan kali ini terasa lebih istimewa karena mereka tampil pada acara resepsi pernikahan guru sekaligus Pembina OSIM MTsN 2 Batanghari yakni Jhon Williams Hayatullah, S.P.d. Selain itu, kesan lebih 'fresh' terlihat pada grup kompangan dan tari tersebut karena dihiasi oleh wajah-wajah baru. Sistem regenerasi ini sengaja dilakukan untuk mengisi kekosongan anggota yang sebelumnya didominasi oleh siswa-siswi alumni kelas IX.
Kompangan adalah seni pertunjukan untuk sebutan beberapa orang yang memainkan alat musik rebana. Lagu-lagu yang dilantunkan adalah syair-syair Islami. Pertunjukan seni yang merupakan bagian dari kearifan lokal ini sering ditampilkan pada festival kebudayaan untuk menyambut tamu. Selain itu, kesenian khas Melayu Jambi ini juga dapat dijumpai pada acara resepsi pernikahan, aqiqah, maupun khitanan. Di bawah kepemimpinan Rohani, S.Pd.I., grup Kompangan MTsN 2 Batanghari kerap tampil memenuhi undangan warga.
Pada hari istimewa guru mereka, grup Kompangan MTsN 2 Batanghari tampil profesional mengiringi arak-arakan mempelai pria menuju kediaman mempelai wanita. Sesampainya di kediaman mempelai wanita, mempelai pria kemudian disambut dengan tarian Tabur Beras Kunyit oleh grup tari yang terdiri dari para siswi kelas VII MTsN 2 Batanghari.

Tari Tabur Beras Kunyit adalah tarian adat tradisional dari Kabupaten Batanghari, Jambi yang menggambarkan filosofi, sosial, dan geografi masyarakat setempat. Tarian ini memiliki makna sosial, sopan santun, ramah tamah, dan mendoakan kebaikan kepada tamu yang datang berkunjung.Â
Ayoe Prihartini, S.Pd. yang merupakan pelatih tari di MTsN 2 Batanghari menuturkan tentang makna tarian Tabur Beras Kunyit tersebut.
"Gerak tari Tabur Beras Kunyit menggambarkan gestur selamat datang yang mencerminkan keramahan tuan rumah dalam menyambut tamunya. Dalam prosesi pernikahan, tarian ini menandakan bahwa keluarga mempelai wanita menyambut baik kedatangan rombongan mempelai pria", jelasnya.
Meskipun belum lama berlatih, para penari yang membawa bokor berisi beras dan kunyit ini dapat memukau para tamu dengan gerakannya yang luwes. Untuk diketahui, seni Kompangan dan tari tradisional merupakan bagian dari program ekstrakurikuler yang ada di MTsN 2 Batanghari. Program tersebut juga merupakan implementasi dari kegiatan P5PPRA yang bertema kearifan lokal.(UP)
|
256x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...