
Batanghari (MTsN 2 Batanghari) - Salah satu tradisi religius yang kerap dilaksanakan saat bulan suci Ramadan adalah tadarus Al-Qur'an. Tradisi tersebut juga tengah diterapkan kembali di MTsN 2 Batanghari sejak Kamis (06/03/2025). Tadarus Al-Qu'ran atau yang kerap disebut dengan istilah Tadarusan ini adalah kegiatan membaca, memahami, dan menghayati Al-Qur'an secara berjamaah atau sendiri. Tadarusan merupakan salah satu ibadah umat Islam yang dianjurkan, terutama di bulan Ramadan.

Tradisi Tadarusan di MTsN 2 Batanghari dilaksanakan pasca pembelajaran di kelas. Setiap kelas bertugas membaca surah berdasarkan daftar yang telah ditentukan oleh Waka Kesiswaan. Khusus anggota OSIM, ditugaskan untuk membaca 1 juz pertama secara bergiliran di musala madrasah. Sedangkan untuk Tadarusan perkelas, setiap rombel akan membaca surah pada juz yang berbeda. Bagi para siswa kelas VII, misalnya. Mereka akan membaca surah-surah yang terdapat pada juz ke-2 hingga juz ke- 9. Selanjutnya, juz ke-10 hingga 18 akan dibaca oleh para siswa kelas VIII. Sedangkan para siswa kelas IX akan membaca surah-surah pada juz ke-19 hingga juz ke-30. Tadarusan perkelas tersebut dilaksanakan di kelas masing-masing dan didampingi oleh wali kelas.

Adapun program pembiasaan salat Dhuha dilaksanakan sebelum proses pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kelasnya. Setiap kelompok akan melaksanakan salat Dhuha di musala madrasah berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala MTsN 2 Batanghari Fatmawati, S.Ag., M.Pd. menuturkan bahwa program Tadarusan dan Salat Dhuha yang telah diterapkan sejak dahulu di madrasah ini patut untuk dilestarikan.
"Mengingat manfaatnya yang luar biasa, hendaknya tradisi membaca Al-Qur'an dan salat Dhuha selama Ramadan ini tetap kita lestarikan. Sebenarnya untuk pembiasaan membaca Al-Qur'an di luar Ramadan pun telah kita laksanakan selama ini, yakni membaca satu surah pendek pada juz 30 sebelum memulai proses pembelajaran di kelas", terangnya.
Kamad juga menegaskan bahwa program pembiasaan yang dapat disebut sebagai Pesantren Ramadan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi para siswa. Program pembiasaan membaca Al-Qur'an, misalnya. Dalam pelaksanaannya, madrasah lebih menekankan pada aspek kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Para guru pembimbing akan lebih fokus memperhatikan bacaan Al-Qur'an siswa berdasarkan ilmu tajwid ketimbang jumlah surah yang telah dibaca atau dihafalkan. Hal tersebut bertujuan untuk mendidik para siswa agar mahir dalam membaca Al-Qur'an dan dapat memberikan kiprah positif di tengah masyarakat atau di lingkungan sekitarnya.
Guna memotivasi siswa dalam menjalankan kegiatan pembiasaan ibadah Ramadan, madrasah telah menyiapkan blanko yang berisi agenda kegiatan. Agenda tersebut wajib diisi oleh siswa dengan mengacu pada jenis kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain diharapkan dapat memotivasi semangat siswa, pemberian agenda tersebut juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada para siswa dalam mengisi agenda kegiatannya. (UP)
|
145x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...