
Batanghari (Humas MTsN 2 Batanghari) - Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5PPRA) dengan tema Permainan Tradisional kembali diimplementasikan di MTsN 2 Batanghari, Sabtu (03/05/2025). Jika sebelumnya madrasah telah mempraktikkan permainan egrang untuk tema yang sama, maka kali ini jenis permainan tradisional yang dipilih adalah lompat tali.
Lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Di provinsi Jambi, permainan tradisional ini juga dikenal dengan istilah Yeye atau lompat karet. Menggunakan tali yang dibuat dari sambungan karet gelang sepanjang 3 hingga 4 meter, permainan ini dapat dimainkan oleh 3 orang atau lebih. Dua orang bertugas sebagai pemegang tali dan sisanya bertugas melompati tali karet tersebut. Ketinggian karet pun bervariasi, mulai dari mata kaki, lutut, pinggang, dada, telinga, kepala, dan terakhir seacungan tangan ke atas. Dari ketinggian mata kaki hingga dada, pemain harus melompat tanpa mengenai karet. Jika mengenai karet, maka pemain tersebut dianggap gagal dan akan digantikan oleh si pemegang karet.

Adapun cara permainan lompat tali versi lainnya adalah dengan mengibaskan tali agar terangkat ke udara dan kembali ke tanah. Orang yang bertugas untuk mengibaskan tali tersebut terdiri 2 orang. Kedua orang ini harus mengibaskan tali secara bersamaan dengan gerakan yang sinkron. Jadi, tali bisa berputar dengan baik. Tugas pelompat adalah melompati tali sesuai dengan gerakan tali. Pelompat harus bisa melompati tali dengan benar. Bila tidak, maka pelompat tersebut akan kalah. Biasanya, konsekuensi yang akan diterima adalah pelompat harus menjadi salah satu pemegang tali. Lalu, pemegang tali sebelumnya dapat menjadi pelompat.
Ditemui saat di sela-sela tugasnya sebagai koordinator P5PPRA, Septian Ari Jayusman, M.Pd. menuturkan bahwa permainan lompat tali memiliki beragam manfaat.
"Dalam permainan lompat tali karet ada beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh siswa, diantaranya peningkatan kekuatan dan kecepatan otot tungkai, peningkatan kelenturan dan keseimbangan tubuh, pengembangan koordinasi mata, lengan, dan kaki, serta melatih semangat kerja keras, kekompakan, dan jiwa sportif", ujarnya.

Lebih lanjut, Ari juga menambahkan bahwa madrasah memiliki alasan tertentu dalam memilih permainan tradisional lompat tali untuk tema P5PPRA. Selain menggunakan bahan baku berupa karet gelang yang mudah ditemukan, salah satu permainan tradisional yang sempat populer di zamannya ini nyaris terlupakan karena tergeser oleh gadget dan aneka permainan modern. Saat ini, banyak anak yang lebih tertarik pada game online di smartphonenya ketimbang permainan tradisional yang banyak manfaatnya, terutama untuk kebugaran fisik. Oleh karena itu, melalui tema Permainan Tradisional Lompat Tali dalam P5PPRA, madrasah berharap dapat mengangkat atau mengenalkan kembali permainan tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal kepada para siswa. (UP)
|
133x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...