
Pasar Terusan - Rabu (05/06) Kepala MTsN 2 Batanghari mengikuti rapat koordinasi Kepala Madrasah yang diadakan di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batanghari. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah, dan seluruh Kepala Madrasah mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MA baik negeri maupun swasta yang ada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batanghari.
Adapun agenda rakor ini membahas beberapa hal, di antaranya ketentuan libur semester genap Tahun Pelajaran 2023/2024, tata cara penulisan ijazah, dan juknis KSM. Selain itu dibahas pula tentang salah satu program prioritas dari Kementerian Agama, yakni transformasi digital.
Saat memimpin rakor, Kasi Penmad Kankemenag Batanghari, Aprizal, M.Pd. mengimbau seluruh Kepala Madrasah untuk segera melakukan updating terkait administrasi maupun managerial madrasah. Sistem updating tersebut tentu erat kaitannya dengan digitalisasi madrasah.
Menyikapi hal tersebut, Fatmawati, S.Ag., M.Pd. selaku Kepala MTsN 2 Batanghari menyampaikan optimismenya untuk mengimplementasikan program transformasi digital di MTsN 2 Batanghari.
"Saya sangat optimis bahwa madrasah ini kelak mampu untuk menerapkan program transformasi digital dari berbagai lini, meskipun saat ini belum maksimal", jelasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa selama ini MTsN 2 Batanghari telah mengikuti perkembangan teknologi dilihat dari pengisian laporan administrasi madrasah secara online, proses pembelajaran di kelas yang memanfaatkan berbagai aplikasi digital, serta aktifnya website madrasah dan media sosial madrasah seperti FB, Instagram, dan YouTube sebagai sarana promosi madrasah. Kini, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pun telah dapat diakses secara online. Selain itu para guru juga sudah mulai 'akrab' dengan dunia digital dimulai dari absensi Pusaka, pemutakhiran data kepegawaian secara online, penggunaan media pembelajaran berbasis digital, pengisian Rapor Digital Madrasah (RDM), hingga pelatihan rutin pada platform Pintar Kemenag.
Tak lupa, Kepala Madrasah juga menekankan pentingnya kerja sama antar pegawai baik guru maupun tenaga kependidikan di lingkungan madrasah demi mewujudkan sarana pendidikan yang bermutu, sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.
"Jika seluruh warga madrasah saling bersinergi dan berkolaborasi dalam menerapkan budaya kerja yang baik, maka jargon Kemenag terkini "Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia" akan dapat kita capai meskipun terkesan tidak akan mudah", pungkasnya kemudian. (UP)
|
793x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...