
Batanghari (MTsN 2 Batanghari) - Kamis (20/03/2025) merupakan akhir kegiatan pembelajaran di MTsN 2 Batanghari menjelang libur Lebaran. Usai pembelajaran di kelas, para siswa dan guru berkumpul di musala madrasah untuk mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan. Jika sebelumnya para siswa telah mengikuti Pesantren Kilat berupa tadarus Al-Qur'an dan salat Dhuha, maka kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.30 WIB ini diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Saziah, S.Ag., selaku Waka Sarpras dan Ernawati, S.Ag., selaku Waka Humas MTsN 2 Batanghari.
Sebelum kegiatan inti dimulai, Kepala MTsN 2 Batanghari Fatmawati, S.Ag., M.Pd. mengingatkan para siswa agar menyimak tausiyah dengan saksama sehingga dapat memetik hikmah dari hal-hal yang disampaikan.

Tampil pertama, Saziah, S.Ag. mengangkat tema terkait 3 fase di bulan Ramadan. Adapun fase yang dimaksud antara lain adalah 10 hari pertama yang merupakan fase rahmat, dimana Allah Swt membuka pintu-pintu rahmat-Nya bagi orang-orang yang beribadah dengan penuh ketulusan. Fase 10 hari berikutnya adalah maghfirah atau ampunan. Pada fase ini, Allah Swt akan membuka pintu pengampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat dan memperbaiki diri. Sementara di fase ketiga, orang-orang percaya bahwa setiap muslim yang telah melewati dua fase sebelumnya dan terus meningkatkan ibadahnya hingga fase akhir, maka mereka akan mendapatkan jaminan terbebas dari api neraka.
Di akhir tausiyahnya, Saziah memotivasi para siswa agar senantiasa memanfaatkan bulan Ramadan yang penuh keutamaan ini dengan melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah secara bersungguh-sungguh.
"Anak-anak sekalian, mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadan yang penuh rahmat ini. Tunaikanlah ibadah wajib maupun sunnah dengan sungguh-sungguh agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi. Semoga setelah Ramadan, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik", pungkasnya.

Sementara itu, Ernawati, S.Ag. yang tampil kemudian mengulik tema tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dalam tausiyahnya.
"Malam Lailatul Qadar atau yang sering disebut sebagai malam seribu bulan ini sangat istimewa, karena hanya ada di bulan Ramadan. Malam tersebut jatuh pada malam-malam ganjil, seperti malam ke 21 dan seterusnya. Jadi, jika kita dapat mengisi malam-malam ganjil tersebut dengan salat, tilawah, zikir, doa, dan ibadah lainnya maka nilainya akan lebih baik dari mengerjakan ibadah selama seribu bulan", jelas Ernawati.
Lebih lanjut, Ernawati juga menyampaikan tentang beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar, yakni malam diturunkannya Al-Qur'an, turunnya para malaikat pembawa kebaikan, rahmat dan keberkahan, diampuninya segala dosa, dan dilimpahkannya pahala bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya. Sebelum mengakhiri tausiyahnya, Ernawati mengajak para siswa untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an sebagai salah satu ikhtiar dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Pada akhir kegiatan, para siswa mengikuti kuis berhadiah. Kuis tersebut berupa pertanyaan seputar ibadah Ramadan termasuk isi tausiyah yang telah disimak sebelumnya. Bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan, maka akan diberikan hadiah berupa uang tunai maupun buku tulis. Para siswa pun tampak antusias mengikuti kuis tersebut. Usai kuis, kegiatan ditutup dengan acara salam-salaman yang diiringi dengan lantunan selawat. (UP)
|
91x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...